WE MAKE YOUR BRAND HAPPEN
Sebagai penyedia jasa pemasaran digital, Hanasta mendukung pemberdayaan UMKM Indonesia lewat artikel edukatif yang kredibel. Kami juga membuka ruang konsultasi intensif untuk membantu pelaku usaha mengatasi tantangan bisnis secara mendalam dan personal.
Mengatasi permasalahan pemasaran
Belajar manajemen pemasaran
Memahami perubahan & tren di pasar
Konsultasi
- Audit situasi & identifikasi masalah
- Penentuan target & Key performance indicator
- Strategi eksekusi & mitigasi risiko
Mengapa memilih Hanasta?
Profesional
Hanasta memberikan layanan konsultasi pemasaran yang dikelola oleh tim ahli dengan pendekatan terstruktur dan berorientasi hasil
Transparansi
Hanasta memastikan setiap proses, strategi, dan biaya dijelaskan secara terbuka sehingga UMKM dapat memahami dan mengontrol perkembangan bisnisnya
Inovatif
Hanasta menghadirkan solusi pemasaran kreatif dan berbasis tren terbaru untuk membantu UMKM tetap kompetitif di pasar
Alur Meeting Perdana
Tahap Pertama
Kami mempelajari kondisi usaha, produk, dan target pasar untuk memahami situasi bisnis secara menyeluruh. Hal ini menjadi dasar agar solusi yang diberikan tepat sasaran.
Tahap Kedua
Kami mengevaluasi aktivitas pemasaran yang sudah berjalan untuk menemukan kelemahan dan peluang. Hasilnya digunakan sebagai dasar perbaikan strategi.
Tahap Ketiga
Kami menetapkan tujuan bisnis yang jelas serta indikator kinerja (KPI) yang terukur. Ini membantu memastikan setiap langkah memiliki arah dan bisa dievaluasi.
Tahap Keempat
Kami memberikan gambaran strategi pemasaran beserta langkah eksekusi utama. Kami juga menjelaskan risiko yang mungkin muncul dan cara mengantisipasinya.
artikel populer
Ekuitas merek
Merek adalah identitas yang mencerminkan suatu perusahaan. Setiap usaha perlu memiliki ciri khas agar mudah dikenali, dan ciri khas ini akan membentuk nilai tambah yang disebut ekuitas merek (Binus University). Ekuitas merek penting karena dapat memengaruhi cara konsumen melihat dan memilih produk, hal ini krusial untuk pemasaran, terutama saat perusahaan mengeluarkan produk baru. Oleh karena itu, setiap pelaku usaha perlu memiliki strategi yang tepat untuk memperkuat merek mereka. Salah satu cara yang paling relevan dan sampai sekarang masih digunakan adalah penerapan piramida Customer-Based Brand Equity (CBBE) yang dikembangkan oleh Kevin Lane Keller, dimana kerangka kerja ini menjelaskan cara membangun merek yang kuat berdasarkan persepsi dan perasaan konsumen. Mulai dari cara membangun kesadaran merek dan asosiasi merek, lalu membentuk persepsi kualitas yang akhirnya akan menciptakan loyalitas merek.
Loyalitas Pelanggan di Sektor F&B
Dalam industri F&B (makanan dan minuman), loyalitas pelanggan merupakan salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi, tetapi juga sebuah aset yang sangat berharga untuk usaha dalam sektor ini. Loyalitas pelanggan dapat didefinisikan sebagai pembelian ulang dan rekomendasi produk dari pelanggan yang sudah ada kepada orang lain. Guna mencapai loyalitas, usaha perlu melewati tiga tahap sebelumnya, yakni kesadaran (awareness), pertimbangan (consideration), serta konversi (conversion). Dengan kata lain, sebuah usaha perlu (1) menarik perhatian konsumen, (2) membuat mereka mempertimbangkan pembelian, dan (3) membuat konsumen membeli sebuah produk sebelum dapat lanjut ke tahap (4) loyalitas. Adapun berbagai faktor yang dapat membangun serta memengaruhi loyalitas, di antaranya kualitas produk, kualitas pelayanan, dan kepuasan pelanggan. Namun, terdapat beberapa faktor lainnya juga yang memainkan peran penting untuk pencapaian loyalitas.
Strategi Penetapan Harga (Model B2C)
Penetapan harga merupakan elemen krusial dalam strategi bisnis karena mencerminkan nilai yang ditetapkan penjual sebagai alat tukar atas manfaat, barang, atau jasa yang diterima oleh konsumen (Ismail, I. 2025). Perusahaan sering kali menghadapi tantangan besar dalam menentukan titik harga yang optimal; harga yang terlalu rendah di bawah nilai yang ditawarkan dapat menyebabkan kerugian dan profitabilitas yang tidak maksimal, sementara harga yang terlalu tinggi berisiko menyebabkan kehilangan konsumen serta kegagalan produk di pasar. Secara tradisional, perusahaan mengandalkan tiga elemen klasik sebagai fondasi menentukan harga, yaitu biaya (harga minimal), nilai (harga maksimal), dan kompetitor (harga rata-rata pasar). Namun, pendekatan ini sering kali bersifat taktis dan terbatas karena hanya melihat setiap elemen secara terisolasi tanpa memahami interaksi di antara ketiganya. Oleh sebab itu, artikel ini membahas strategi pemasaran dalam menentukan harga yang melibatkan interaksi antar setiap elemen klasik dengan menggunakan kerangka kerja Heksagon Penetapan Harga Strategis.
Siapa Kami?
Hanasta merupakan website yang menyediakan layanan jasa konsultasi bagi UMKM serta menyajikan artikel-artikel pemasaran berbasis analisis tren, pola, dan perubahan pasar untuk membantu mengatasi berbagai tantangan bisnis.
Hanasta didirikan oleh dua mahasiswa yang memiliki semangat tinggi dan ketertarikan mendalam di bidang pemasaran digital. Berbekal pengalaman serta keinginan untuk membantu pelaku UMKM berkembang, Hanasta hadir sebagai mitra yang memberikan solusi, wawasan, dan strategi pemasaran yang relevan dengan kebutuhan bisnis masa kini.
